by, Moh. Habibi Anis
Awal
kemunculan perawatan luka modern
banyak mendapatkan pertentangan,
karena biaya yang dikeluarkan cukup banyak untuk membeli peralatannya.
Hal ini terjadi pada wilayah eropa pasa saat awal kemunculan Modern Dressing, dan sekarang hal ini terjadi di Indonesia.
Berdasarkan penelitian yang di adakan oleh salah satu badan dunia pemerhati perawatan
luka. Ternyata apabila dihitung berdasarkan jumlah rawat luka secara total mulai dari awal hingga penyembuhan luka, maka akan didapatkan data
bahwa jumlah hari perawatan luka untuk cara modern lebih pendek dari perawatan luka yang lama,
sehingga uang yang
dikeluarkan akan lebih
lebih sedikit, meskipun bahan
yang digunakan lebih mahal harganya.
Tetapi untuk dapat mendapatkan hasil
maksimal diperlukan pengetahuan dan implementasi pada jenis luka yang sesuai, penggunaan bahan modern
dressing yang salah akan memperlama masa penyembuhan luka.
Fungsi kulit, fungsi kulit yang paling utama adalah untuk melindungi sturuktur tubuh yg ada
di dalam (proteksi). Terutama dari serangan kuman,
virus, bakteri dan lain sebagainya. Sebagaimana yang kita ketahui jika kondisi
kulit terbuka akan sangat mudah terserang penyakit, misal dari berbagai
penyakit menular, seperti hepatitis, HIV, dan lain sebagainya.
Struktur
kulit, terdiri atas 3 lapis. Yaitu :
Epidermis
adalah lapisan kulit paling
luar, yang bersentuhan langsung dengan udara bebas. Di epidermis tidak ditemukan adanya pembuluh
darah atau syaraf. Epidermis dan Dermis dipisahkan
oleh stratum basal, (Jelaskan)
Dermis,
lapisan kulit yg paling penting baik secara fungsi maupun struktur. Jaringian
dermis ini ada banyak
organel, seperti rambut, pembuluh darah, syaraf, kelenjar keringat, fibroblas
(sel penghasil kolagen). Kolagen
adalah jaringan ikat, yang memiliki fungsi pada tahap
epitelisasi pada pembentukan
kulit pasca terluka. Jaringan ini awal kemunculan biasanya berwarna
pink/merah muda.
Hipodermis, jaringan lemak. Biasanya berwarna
putih. Dengan demikian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
kedalaman luka dapat dilihat dari warna kulit/luka. Merah tidak berdarah (Epidermis),
Merah pucat dan berdarah (Dermis), putih artinya lapisan lemak (Hipodermis).
Proses penyembuhan
luka
TAHAP
|
WAKTU
|
KETERANGAN
|
|
1
|
Inflamasi
|
4 – 6 Hari
|
Sel darah putih masuk dari pembuluh
darah ke luka,hingga timbul inflamasi. Pembunuhan kuman oleh sel darah putih
(Pembersihan)
|
2
|
Proliferasi
|
4 – 24 Hari
|
Terjadi 2 hal, yaitu granulasi (Dermis) dan epitelisasi
(Epidermis)
|
3
|
Remodeling / Maturasi
|
21 hari – 2 th
|
Pengembalian fungsi dan kekuatan.
|
Pelepasan jahitan biasanya dilakukan
seminggu setelah jahit luka dilakukan, tujuannya adalah agar fase proliferasi belum
berakhir, sehingga jaringan dapat tertutup dengnan sempurna.
Penyembuhan Luka
1. Luka akut, sesuai dengan proses penyembuhan
luka
2. Luka Chronic, lebih dari waktu proses penyembuhan
luka, biasanya disebabkan oleh infeksi luka operasi, diabetes, tekanan, atau gangguan
sirkulasi darah.
Jenis Penyembuhan luka ada 3 macam
1. Penyembuhan
luka Primer, ketika granulasi dan
epitelisasi hanya ada sedikit atau hampir tidak ada. Di sini penyembuhan luka
terjadi sempurna, dan biasanya waktu yang dibutuhkan cukup singkat.
2. Penyembuhan
luka Skunder, luka sembuh melalui
granulasi dan epitelisasi yang lebih besar. Biasanya terjadi pada luka yang
tidak beraturan, atau mengalami gangguan penyembuhan. Bisa karena infeksi,
tekanan, maupun gangguan nutrisi dan sirkulasi.
3. Penyembuhan luka Tersier, luka sembuh tetapi menunggu granulasi yang besar terlebih
dahulu,baru dilakukan penjahitan.
Penyebab luka chronik
1. Adanya
luka nekrotik, jaringan yang mati.
2. Infalmasi yang peresisten, infeksi akan menghambat proses
proliferasi sehingga akan menyebabkan luka sulit untuk sembuh. Penyebab inflamasi lainnya adalah maceration,
yaitu kondisi luka terlalu basah (seperti popok bayi, akan mengiritasi dan
menyebabkan infeksi di kulit sekitar)
3. Penyebab sitemik, DM, sirkulasi dan nutrisi yg buruk
0 komentar:
Posting Komentar