Kenapa sebagai perawat kita harus tahu tentang cara memindahkan pasien? padahal
memindahkan pasien bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan orang awam pun sanggup.
Secara
umum Pengertian dari teknik memindah adalah terdiri atas tiga kata, Lifting
artinya mengangkat, teknik mengangkat pasien/korban dari tempatnya semula.
Kegiatan ini adalah untuk merubah posisi pasien, dengan beberapa tujuan
misalnya untuk mengurangi resiko dekubitus, untuk melihat punggung dan lain
sebagainya.
Moving artinya memindahkan, teknik memindahkan pasien/korban dari satu tempat ke tempat yang lain tanpa ada jarak. Misalnya dari mobil ke tempat tidur pasien, dari tempat tidur satu ke tempat tidur lainnya, dari kursi roda ke tempat tidur, dan lain sebagainya.
Moving artinya memindahkan, teknik memindahkan pasien/korban dari satu tempat ke tempat yang lain tanpa ada jarak. Misalnya dari mobil ke tempat tidur pasien, dari tempat tidur satu ke tempat tidur lainnya, dari kursi roda ke tempat tidur, dan lain sebagainya.
Sedangkan Transportation
yaitu memindahkan pasien dari sau tempat ke tempat lain yang memiliki jarak.
Misalkan memindahkan pasien dari ruang IGD ke Ruang Rawat Inap, memindahkan
pasien dari IGD ke Radiologi, atau bahkan memindahkan dari satu rumah sakit ke
rumah sakit lain.
Sehingga
kegiatan LMT (Lifting, Moving dan Transportasi) – yang selanjutnya akan
disingkat LMT – Secara garis besar baik
di Rumah sakit maupun di lokasi lain, terdiri atas 2 kondisi yaitu Urgent dan Non Urgent.
LMT
urgent dilakukan saat pasien membutuhkan serangkaian pemindahan yang darurat,
sedangkan yang Non Urgent dilakukan untuk pasien/korban yang waktu pemindahannya
dapat ditunda.
Pemindahan
Urgent
difokuskan untuk pasien dan korban yang membutuhkan penanganan segera, misalkan
pasien dengan kondisi yang tidak stabil, tetapi masih berada di dalam mobil.
Maka pasien harus segera dipindahkan dari dalam mobil ke luar, dan selanjutnya
mendapatkan penanganan lebih lanjut. Atau misalkan ada pasien yang masih sadar,
tetapi berada di lintasan kereta api. Dan lain sebaginya, intinya adalah
terdapat kondisi yang menyebabkan seseorang harus segera dipindahkan dari
posisi semula untuk mengurangi kecacatan dan kematian.
Sedangkan
untuk yang Non Urgent adalah untuk kepentingan secara umum, dan akan
dijelaskan pada halaman lainnya. Baik pemindahan Urgent dan Non Urgent tekniknya
adalah sama, yang membedakan hanyalah kecepatan dalam melakukan pemindahan.
EKSTRIKASI CEPAT
Ekstrikasi cepat dilakukan apabila terdapat korban
yang berada di dalam mobil, dan harus dikeluarkan secara cepat. Beberapa alasan
yang mengharuskan dilakukan ekstrikasi cepat kepada seseorang antara lain :
1. Mobil atau lingkungan sekitar tidak aman
2. Keadaan pasien tidak mungkin untuk dinilai secara tepat
3. Membutuhkan pertolongan segera atau harus cepat
ditransport
4. Korban
meninggal yang menghalangi jalan (akses) pertolongan kepada pasien lain yang
dalam kondisi serius (kritis)
Prinsip
dalam Ekstrikasi Cepat adalah haurs dipastikan bahwa tubuh adalah satu kesatuan,
jangan memanipulasi tubuh sehingga posisi tubuh tidak segaris (terutama untuk
leher). Hal ini berbahaya, karena pada cedera tulang leher dapat mengakibatkan
kematian.
Coba
ikuti langkah-langkah berikut :
1. Lakukan
stabilisasi cervical, bisa dengan menggunakan cervical colar atau dengan
menggunakan tangan dengan memposisikan Jawtrust.
2. Posisikan tubuh
segaris, artinya segaris yaitu antara kepala, leher, tulang punggung dan kaki
sama-sama menghadap ke depan (tidak bengkok ke samping atau memutar).
3. Siapkan LSB (Long Spine Board) dan jatuhkan secara
perlahan dengan tetap melakukan stabilisasi leher.
4. Angkat korban
dengan LSB, dan lakukan fikasasi kemudian persiapkan untuk transportasi dengan
menggunakan Ambulance, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lebih lanjut.




0 komentar:
Posting Komentar